Jarum jam menunjukkan satu arah,
Mengiringi diriku yang semakin membusuk dalam tangis,
Perih di dalam,
Namun bukan karena obat-obatan itu…
---------------------------------------------------------------------------------------
Melahap segigit demi segigit sajian roti hambar,
Sambil bergumam seakan aku sendiri di meja ini.
Bertarung dengan semua cacian dari cerminan di sekelilingku.
“Dasar gadis yang tak pernah puas!! ,
Habiskan benda itu!! Toh ini semua yang kau inginkan!!”
---------------------------------------------------------------------------------------
Pelan-pelan, bayangan senyum mulai muncul mengelilingiku…
Manis, namun maknanya menertawakanku.
Satu per satu, makin ramai memenuhi meja ini.
---------------------------------------------------------------------------------------
Dan dia disana, duduk diam tanpa kata.
Dengan pandangan mata yang menyiratkan maksud yang tak
kupahami.

