Baru saja aku menghabiskan setengah hariku,
Melempar senyum seiring ucapan perpisahan.
Melangkah dengan ringan,
Dan sebuah tampak merajamku lewat orang yang kusayangi.
Tampak yang tak boleh kusalahkan,
Meskipun sakit.
Kukira obat ini akan manjur,
Ternyata efeknya masih terasa setelah sekian lama.
Aku menghela nafasku lega,
Tapi bekas retaknya masih terasa sakit.
Kulepaskan pandangku,
Mencoba menghilangkan bayangnya sedikit demi sedikit.
Namun apa yang kudapat.
Laptopku berteriak tanpa suara,
Hal tak nyata namun memaksaku untuk percaya,
Menyatakan hal yang meruntuhkanku,
Yang tak pernah terlintas dibenakku.
Sambil mencoba menarik nafasku,
Aku mengumpulkan kesadaranku.
Mencari sesuatu yang bisa diterima otakku,
Namun tanpa sadar lensa kontakku mulai basah kuyup.
Semakin kaku,
Aku disini.
Duduk diam, memandangi layar yang terus-terusan memakiku.
"BETAPA BODOHNYA DIRIMU....!!"
Melempar senyum seiring ucapan perpisahan.
Melangkah dengan ringan,
Dan sebuah tampak merajamku lewat orang yang kusayangi.
Tampak yang tak boleh kusalahkan,
Meskipun sakit.
Kukira obat ini akan manjur,
Ternyata efeknya masih terasa setelah sekian lama.
Aku menghela nafasku lega,
Tapi bekas retaknya masih terasa sakit.
Kulepaskan pandangku,
Mencoba menghilangkan bayangnya sedikit demi sedikit.
Namun apa yang kudapat.
Laptopku berteriak tanpa suara,
Hal tak nyata namun memaksaku untuk percaya,
Menyatakan hal yang meruntuhkanku,
Yang tak pernah terlintas dibenakku.
Sambil mencoba menarik nafasku,
Aku mengumpulkan kesadaranku.
Mencari sesuatu yang bisa diterima otakku,
Namun tanpa sadar lensa kontakku mulai basah kuyup.
Semakin kaku,
Aku disini.
Duduk diam, memandangi layar yang terus-terusan memakiku.
"BETAPA BODOHNYA DIRIMU....!!"



